Pendidikan

Sunday, August 20, 2006

UNICEF Bantu Peralatan Sekolah di Nias

Banda Aceh (SIB)

Badan PBB untuk anak-anak (Unicef) memberikan bantuan sebanyak 4.000 alat pelajaran dan pelatihan manajemen sekolah di seluruh kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Juru bicara Unicef, Lely Djuhari kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis, menyatakan, peralatan sekolah tersebut diserahkan bersamaan dengan peresmian sekolah sementara SDN 070976 Gunungsitoli dan SDN 075018 Afilaza.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis tersebut juga menandai dimulainya tahun ajaran baru dan kampanye Unicef dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

"Anak-anak di Pulau Nias merasa sangat senang untuk memulai tahun ajaran baru bersama dengan Unicef," kata Lely mengulangi pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Pulau Nias, Marthinus Lase.

Dikatakannya, terselesaikannya sekolah temporer yang pertama dan didistribusikannya alat-alat pengajaran merupakan sebuah langkah penting untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Nias.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Gunungsitoli merupakan salah satu dari sekian banyak sekolah lainnya yang luluh lantak akibat gempa bumi pada 28 Maret 2005.

Bangunan yang hancur tersebut saat ini telah digantikan oleh Unicef dengan dua unit bangunan sekolah yang terdiri atas enam ruang belajar untuk dapat memulai tahun ajaran baru pada tanggal 17 Juli 2006.

Sebanyak 110 anak yang berusia antara tujuh dan 15 tahun saat ini belajar di gedung sekolah tersebut.

Proyek rekonstruksi sekolah di Nias merupakan bagian kerja sama Unicef dengan International Organization for Migration (IOM) sebagai mitra pelaksana untuk membangun sejumlah 75 unit sekolah sementara baru di seluruh kepulauan Nias.

Struktur bangunan sekolah tersebut merupakan adaptasi dari bangunan tahan gempa yang dikembangkan IOM dalam program pemukiman sementara mereka.

Dia mengatakan, saat ini terdapat 23 lokasi sekolah sementara yang sedang dalam proses rekonstruksi di seluruh kepulauan Nias (setiap sekolah terdiri atas tiga unit gedung sekolah sementara). Unicef juga menyediakan segala kebutuhan kelas dan perlengkapannya.

Mutu pendidikan
Unicef bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat berkeinginan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan lebih banyak memberikan dukungan kepada kepala sekolah dan guru di Nias.

Dia mengatakan, sebanyak 3.381 guru akan mendapat sebuah paket yang terdiri atas buku diary, tas, ballpoint, tip-x, rol, buku latihan dan kalkulator.

Sekitar 4.493 paket berupa busur, jangka, kompas, gunting dan rol, 53 set perlengkapan sekolah (wireless sound system dan mesin ketik), dan 49 set perlengkapan mengajar untuk pelajaran matematika, ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial juga akan dibagikan.

Setidaknya terdapat 50 sekolah yang akan ikut berpartisipasi dalam program yang di sebut CLCC (creating learning communities for children/Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidikan Anak).

Melalui program jaringan guru yang disebut dengan GUGUS, ada sekitar 300 guru, kepala sekolah dan para penilik akan mengikuti training/workshop untuk peningkatan mutu dan kualitas manajemen sekolah, termasuk keuangan, anggaran, transparansi dan akuntabilitasnya.

Guru diharapkan mampu mengembangkan metode pengajaran dan meningkatkan kemampuan mereka tentang bagaimana mengatur pelajaran dan kelas.

Unicef secara khusus menekankan kepada guru untuk menyadari pentingnya elemen interaktif dan pendekatan partisipasi anak untuk membuat mereka lebih aktif terlibat di dalam kelas dari pada hanya dengan melaksanakan sistem pembelajaran tradisional yang selama ini diterapkan.

Para guru dan kepala sekolah yang telah dilatih tersebut kemudian akan kembali ke sekolah mereka dan mendistribusikan pelajaran dan pengalaman yang telah mereka dapat kepada rekan-rekan lainnya di GUGUS mereka.

Unicef juga akan melatih administrator sekolah tentang bagaimana cara mengatur dan menjaga gedung sekolah termasuk strategi untuk mengatur dana biaya operasional harian sekolah.

Semua pihak sepakat untuk melibatkan orang tua dan komunitas sekitar sekolah dalam proses kegiatan belajar anak.

"Kita sadar, bahwa rekonstruksi bangunan sekolah adalah penting, kita juga harus ingat bahwa kita juga harus meningkatkan kualitas pendidikan," katanya.

Membantu seorang guru dapat mempengaruhi kehidupan dari ratusan murid sekolah dan membantu sebuah generasi baru, ujarnya.

Lima unit sekolah saat ini telah selesai dibangun oleh Unicef di Nias. Sekolah sementara ini digunakan sebagai tempat belajar sementara sampai sekolah permanent selesai dibangun, kata Lely.
(Ant/f)

Sumber: SIB Online, Sabtu 19 Agustus 2006